Prosesi resmi diawali dengan diperdengarkannya lagu kebangsaan Republik Belarus yang dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Upacara kehormatan berlangsung khidmat dan diiringi dentuman 21 kali tembakan meriam sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara sahabat.
Setelah itu, Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko melakukan pemeriksaan pasukan kehormatan.
Kedua pemimpin selanjutnya memperkenalkan anggota delegasi masing-masing yang hadir dalam kunjungan kenegaraan tersebut.
Delegasi Indonesia yang mendampingi Presiden Prabowo terdiri atas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Tavares.
Agenda kenegaraan dilanjutkan dengan penandatanganan buku tamu negara dan sesi foto bersama di Ruang Kredensial.
Selanjutnya, kedua pemimpin menggelar pertemuan empat mata (tête-à-tête) yang kemudian diteruskan dengan pertemuan bilateral untuk membahas berbagai isu strategis dan peluang penguatan kerja sama kedua negara.
Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa hormat atas kunjungan Presiden Lukashenko yang kembali datang ke Indonesia setelah lebih dari satu dekade.


















































Discussion about this post