Presiden Prabowo menegaskan bahwa dampak buruk kekurangan gizi tidak hanya dirasakan pada kondisi kesehatan anak, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam belajar, bekerja, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Berdasarkan pengalaman yang ditemuinya saat berkunjung ke berbagai daerah, kondisi tersebut kerap membuat anak-anak sulit berkembang sesuai potensi yang seharusnya mereka miliki.
“Artinya, satu, dia tidak akan berkembang sesuai potensi dia sebagai manusia normal, berarti kemampuan dia di bawah normal. Berarti yang kita menemukan dia kadang-kadang untuk lulus SD saja susah. Bahkan mungkin dia tidak bisa mengganti pekerjaan bapaknya sebagai petani, sebagai buruh harian atau sebagai nelayan,” ujar Presiden.
Karena itu, Presiden menilai keberadaan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Program MBG memiliki posisi yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ia menambahkan bahwa berbagai negara maju juga telah menerapkan program serupa sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas generasi muda dan kesejahteraan masyarakatnya.
“Jadi program ini adalah sangat penting. Dan program ini, kalau berhasil, akan menimbulkan suatu kemanjuan yang sangat besar untuk ekonomi kita,” ujar Presiden.
Selain berdampak pada sektor kesehatan dan pendidikan, Program MBG juga diyakini akan menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa.
Presiden menjelaskan bahwa operasional ribuan dapur MBG akan menciptakan permintaan besar terhadap hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan produk lokal lainnya yang dihasilkan masyarakat.


















































Discussion about this post