Dalam bidang pertahanan, Presiden Macron menyoroti semakin eratnya kerja sama kedua negara yang ditandai dengan tibanya pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia.
Macron menyebut kedatangan Rafale sebagai simbol nyata hubungan strategis Indonesia dan Prancis yang terus berkembang.
“Kemarin ini ada pesawat tempur Rafale yang pertama yang baru tiba di Indonesia, yang menjadi bukti dari hubungan ini dan diskusi hari ini, ini juga adalah bukti keinginan untuk terus maju di jalur ini,” tutur Macron.
Selain sektor pertahanan, kedua negara juga menaruh perhatian besar pada kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, energi bersih, pendidikan, riset, hingga teknologi.
Presiden Prabowo menyambut baik penguatan hubungan ekonomi kedua negara melalui pembentukan France Indonesia High Level Business Council.
Ia berharap kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis di Indonesia terus meningkat dan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ini saya kira sangat penting dan kita akan sangat gembira dengan partisipasi dan kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis terus di ekonomi Indonesia, dan Prancis sebagai pemimpin Eropa akan terus memainkan peranan yang sangat penting di kawasan Asia Tenggara,” imbuh Presiden Prabowo.
Presiden Macron juga menegaskan dukungannya terhadap percepatan implementasi perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau CEPA.
Menurut Macron, kesepakatan tersebut sangat penting untuk mempercepat perdagangan dan investasi lintas sektor strategis.


















































Discussion about this post