ISTANAGARUDA.COM – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran penting Nahdlatul Ulama sebagai kekuatan pemersatu yang selama puluhan tahun konsisten menjaga stabilitas, persaudaraan, dan optimisme Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 yang digelar di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026).
Kehadiran Kepala Negara menjadi bagian penutup dari rangkaian forum strategis NU yang tahun ini mengangkat tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa”.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Wathan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Setelah itu, forum memasuki agenda laporan organisasi yang disampaikan Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf.
Acara juga diisi dengan taujihad yang disampaikan Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar.
Sebelum Presiden memberikan sambutan, para peserta terlebih dahulu mengikuti pembacaan doa bersama.
Dalam laporannya, K.H. Yahya Cholil Staquf menyampaikan penghargaan atas kehadiran Presiden Prabowo yang dinilai menambah makna penting penutupan forum permusyawaratan tertinggi NU menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
Menurut Gus Yahya, seluruh keluarga besar NU memiliki komitmen kuat untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara. Rakyat yang siap berjuang, yang rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Rakyat yang tidak pernah kehilangan keyakinan dan optimisme akan Indonesia,” ujar Gus Yahya.



















































Discussion about this post