Ia juga menegaskan bahwa NU akan terus mengambil peran dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Saat menyampaikan sambutan, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa syukur dan kehormatan karena dapat hadir langsung di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Presiden mengaku memiliki kedekatan emosional dengan organisasi tersebut sejak masa kecil.
“Saya ingin ucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya bisa hadir di tengah saudara-saudara di acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026. Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama, nyaman dan aman, merasa aman,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo menilai Nahdlatul Ulama memiliki karakter unik sebagai organisasi keagamaan yang mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan semangat kebangsaan yang kuat.
Menurut Presiden, semangat nasionalisme yang dimiliki NU telah mengakar sejak lama dan menjadi bagian dari identitas organisasi.
“Nahdlatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta Tanah Air. Jadi agamis, tapi nasionalis dan patriotik,” tegas Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar NU dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Ia menilai keluarga besar NU selalu hadir memberikan solusi dan ketenangan ketika bangsa menghadapi berbagai situasi sulit.



















































Discussion about this post