ISTANAGARUDA.COM – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah mempercepat langkah menuju era baru tata kelola negara berbasis kecerdasan buatan (AI), sebuah transformasi besar yang diyakini mampu meningkatkan efisiensi birokrasi, memperkuat penerimaan negara, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat dan tepat sasaran.
Perkembangan tersebut disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan usai menghadiri pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran DEN di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 9 Juni 2026.
Dalam laporannya kepada Presiden, Luhut menjelaskan bahwa integrasi sistem Government Technology (GovTech) telah mencapai sekitar 80 persen.
Menurutnya, sejak 1 Juni 2026, data dari delapan kementerian dan lembaga utama pemerintah untuk pertama kalinya berhasil terhubung dalam satu ekosistem digital yang diperkuat teknologi kecerdasan buatan.
“Jadi semua data itu sekarang sudah terkoneksi dan mulai dibersihkan oleh AI. Kemarin kami beri contoh di DPR waktu kami dipanggil bagaimana face recognition segera bisa menjawab masalah sanggah dalam satu menit. Jadi pemerintahan Presiden Prabowo ini nanti Govtec ini akan menjadi satu bagian yang paling penting. Kenapa? karena semua data nanti akan terkumpul dengan baik, dan kita tidak ada yang bisa lari dari situ,” ujar Luhut.
Ia menilai sistem tersebut akan menjadi fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang lebih transparan, akurat, dan berbasis data.
Luhut juga mengungkapkan bahwa integrasi data nasional akan memberi manfaat besar bagi pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

















































Discussion about this post