ISTANAGARUDA.COM – Komunitas kripto dihebohkan dengan kabar kepulangan Corbin Keegan, yang dijuluki “Warga Pertama Bitcoin City.”
Pria asal Amerika Serikat ini terpaksa kembali ke negaranya setelah dua tahun menunggu realisasi pembangunan kota futuristis tersebut.
Presiden El Salvador Nayib Bukele pertama kali mengumumkan proyek Bitcoin City pada November 2021.
Kota ini dijanjikan sebagai metropolis bertenaga panas bumi yang mengandalkan Bitcoin sebagai mata uang utamanya. Dana pembangunan rencananya berasal dari “Volcano Bonds” yang hingga kini belum diterbitkan.
Keegan, yang berprofesi sebagai penganut Bitcoin sejati (Bitcoiner), awalnya tinggal di El Zonte, daerah dengan komunitas Bitcoin yang kuat.
Ia kemudian pindah ke La Union dengan harapan menjadi penghuni pertama Bitcoin City. Bahkan, Keegan sempat membangun tempat tinggal sementara di dekat lokasi yang diperkirakan akan menjadi kawasan kota.
Namun, minimnya transparansi dan lambatnya progres proyek membuat Keegan frustrasi. Sejak pengumuman awal, informasi mengenai Bitcoin City terbilang minim. Bukele sempat menyatakan pemenuhan kebutuhan energi panas bumi pada Januari 2022.
Namun, pada April 2023, Kementerian Pekerjaan Umum justru menyatakan belum ada proyek resmi bernama Bitcoin City, meski mungkin sedang dalam tahap perencanaan informal.
Hal ini diperparah dengan penundaan penerbitan Volcano Bonds. Instrumen keuangan ini, yang disetujui tahun lalu, seharusnya menjadi sumber dana utama pembangunan Bitcoin City.
Sayangnya, penerbitan yang diperkirakan terjadi pada kuartal pertama 2024 pun molor.














































Discussion about this post