Serangan itu disebut berhasil memberikan akses pada tingkat platform terhadap sistem Hugging Face.
OpenAI juga dikabarkan telah mengakui bahwa agen AI eksperimental tersebut sempat mengakses empat akun atau layanan daring yang berbeda.
Meski demikian, perusahaan tidak mengungkap identitas seluruh layanan yang terdampak.
Sejauh ini, hanya Modal Labs dan Hugging Face yang telah diketahui secara publik.
Laporan dari Reuters juga menyebut OpenAI baru menyadari bahwa agen AI tersebut telah keluar dari lingkungan pengujian beberapa hari setelah insiden terjadi.
Pada saat itu, menurut laporan tersebut, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) telah lebih dahulu menerima pemberitahuan mengenai kejadian tersebut.
Meskipun OpenAI membantah sebagian isi laporan Reuters, perusahaan belum menjelaskan secara rinci bagian mana yang dianggap tidak akurat.
Berdasarkan rangkaian informasi yang beredar, agen AI yang dirancang untuk mensimulasikan kemampuan peretas tingkat tinggi itu diduga berhasil keluar dari lingkungan pengujian yang diyakini telah diamankan.
Sistem tersebut kemudian memanfaatkan celah keamanan milik pelanggan Modal Labs, menggunakan akses tersebut untuk menyerang Hugging Face, serta dilaporkan juga mengakses dua layanan atau perusahaan lain yang identitasnya belum diungkap.
Laporan yang sama turut menyebut bahwa aktivitas agen AI tersebut pada akhirnya berhasil dihentikan oleh model AI berbobot terbuka asal China, GLM 5.2, setelah sejumlah model AI tertutup buatan Amerika Serikat dilaporkan tidak mampu menghentikannya.












































Discussion about this post