Menurut StepFun, sistem operasi itu dirancang untuk menciptakan lingkungan khusus bagi agen AI agar mampu bekerja secara lebih mandiri.
Perusahaan mengklaim platform tersebut difokuskan untuk mengatasi tiga tantangan utama teknologi AI agent, yakni kemampuan mengingat, mengambil keputusan, dan menjalankan perintah.
StepFun juga menyebut proses pengambilan memori oleh agen AI dapat berlangsung hanya dalam waktu sekitar 15 milidetik.
Selain itu, AI di dalam perangkat dikatakan memiliki kemampuan menjalankan berbagai tugas secara mandiri meskipun dalam kondisi offline.
Meski sebagian besar pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat, StepFun menjelaskan sistemnya tetap dapat memanfaatkan komputasi cloud ketika menghadapi tugas yang lebih kompleks.
Perusahaan memastikan data pribadi pengguna tetap berada di dalam perangkat sehingga tidak dikirim ke server cloud selama proses tersebut berlangsung.
Model bahasa besar (LLM) yang dikembangkan perusahaan diberi nama Step Edge.
StepFun mengklaim model AI tersebut berhasil menempati peringkat pertama dalam 29 pengujian resmi terhadap model sejenis.
Namun, perusahaan tidak mengungkapkan standar pengujian apa yang digunakan maupun model AI mana saja yang dijadikan pembanding.
Hingga kini juga belum dapat dipastikan apakah Step AOS merupakan sistem operasi yang benar-benar baru atau hanya lapisan antarmuka yang dibangun di atas Android.
StepFun hanya menjelaskan bahwa sistem operasinya merupakan kombinasi Android, Linux, dan RTOS tanpa memberikan penjelasan teknis yang lebih rinci.















































Discussion about this post