Pertumbuhan tersebut diperkirakan akan melampaui kemampuan pembangunan fasilitas baru sehingga memunculkan kekurangan kapasitas yang signifikan.
Bahkan, Amerika Serikat saja diperkirakan mengalami kekurangan kapasitas pusat data sekitar 15GW pada tahun 2030.
Kondisi tersebut mendorong perusahaan-perusahaan teknologi dunia untuk memperluas investasi infrastruktur digital mereka ke berbagai negara di luar Amerika Serikat.
SK Telecom menilai Korea Selatan memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya layak menjadi tujuan investasi tersebut.
Negeri itu dikenal sebagai salah satu produsen utama komponen penting AI, termasuk memori berkecepatan tinggi atau high-bandwidth memory (HBM).
Selain itu, jaringan kelistrikan nasional didukung pasokan listrik yang stabil melalui pembangkit listrik tenaga nuklir dan pembangkit berbahan bakar gas alam cair.
Pengalaman panjang Korea Selatan dalam mengelola kompleks pabrik semikonduktor berskala gigawatt juga menjadi modal penting dalam mengoperasikan pusat data AI berukuran sangat besar.
Untuk merealisasikan proyek ini, SK Telecom akan berkolaborasi dengan berbagai perusahaan afiliasi di bawah SK Group.
Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan semikonduktor, solusi energi, hingga keahlian operasional sehingga seluruh kebutuhan pembangunan dapat dipenuhi dalam satu ekosistem.
Dalam proyek ini, SK Telecom akan bertindak sebagai arsitek utama yang memimpin proses perancangan, pembangunan, hingga pengoperasian seluruh pusat data AI.
Perusahaan juga telah memiliki pengalaman menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi internasional dalam pengembangan infrastruktur digital.

















































Discussion about this post