Fasilitas tersebut nantinya akan dijadikan magnet untuk menarik perusahaan-perusahaan teknologi global agar menempatkan kebutuhan infrastruktur digital mereka di Korea Selatan.
Tidak hanya itu, SK Telecom juga telah menyiapkan proyek tambahan berkapasitas 1GW di wilayah barat daya Provinsi Jeolla.
Kedua tahap awal tersebut ditargetkan meningkatkan kapasitas pusat data AI nasional hingga mencapai 5GW.
Perusahaan berencana mengoperasikan fasilitas-fasilitas pertama itu secara bertahap mulai tahun 2029.
Untuk mencapai target akhir sebesar 15GW, investasi yang dibutuhkan diperkirakan sangat besar.
SK Telecom memperkirakan pembangunan satu pusat data AI berkapasitas 1GW membutuhkan biaya sekitar 70 triliun won Korea atau setara sekitar 45,6 miliar dolar Amerika Serikat.
Besarnya nilai investasi tersebut dipengaruhi oleh tingginya biaya komponen komputasi berperforma tinggi serta harga perangkat keras memori yang masih relatif mahal.
Pendanaan proyek akan berasal dari kombinasi investasi internal perusahaan, kontribusi mitra strategis, kontrak jangka panjang dengan pelanggan, serta pembiayaan proyek khusus.
Ke depan, SK Telecom juga akan menentukan lokasi pembangunan berikutnya sekaligus mencari penyewa utama sesuai dengan strategi pengembangan yang telah disusun.
Menurut perusahaan, salah satu alasan utama percepatan pembangunan ini adalah potensi kekurangan kapasitas pusat data AI secara global dalam beberapa tahun mendatang.
Berdasarkan proyeksi McKinsey & Company, permintaan pusat data di seluruh dunia diperkirakan meningkat sekitar 19 hingga 22 persen setiap tahun.

















































Discussion about this post