Atlas juga dirancang untuk melengkapi laporan Green Quadrant milik Verdantix yang selama ini menjadi salah satu referensi penting bagi eksekutif perusahaan besar dan penyedia teknologi dalam menilai posisi kompetitif pasar.
Meski sekilas menyerupai matriks analisis sederhana, Green Quadrant sebenarnya dibangun dari penelitian primer yang mendalam untuk memetakan kekuatan dan kelemahan setiap pemain industri.
Meningkatnya tuntutan terhadap keberlanjutan perusahaan membuat pemilihan platform teknologi kini berdampak langsung terhadap kepatuhan regulasi, tanggung jawab keuangan, hingga reputasi merek.
Karena itu, banyak organisasi membutuhkan perbandingan yang berbasis bukti nyata, khususnya dalam bidang yang semakin kompleks seperti emisi Scope 3 dan pemodelan risiko iklim.
Untuk memastikan hasil analisis yang akurat, para analis Verdantix tidak hanya mengandalkan materi promosi vendor.
Mereka melakukan demonstrasi langsung produk, menyebarkan kuesioner rinci, serta mewawancarai pelanggan perusahaan guna menguji performa teknologi dalam penggunaan nyata.
Berbagai aspek teknis juga dievaluasi secara mendalam, termasuk akurasi mesin perhitungan karbon dan kemampuan platform dalam memproses beragam jenis data.
Metode tersebut memungkinkan Verdantix membedakan kinerja solusi yang benar-benar terbukti dari sekadar klaim pemasaran atau janji yang belum teruji.
Nilai Atlas dan Green Quadrant semakin terlihat dalam sektor dekarbonisasi dan manajemen net zero.
Bagi perusahaan rintisan, posisi di kuadran pemimpin atau Leader dapat menjadi bukti bahwa solusi mereka telah siap digunakan oleh perusahaan besar.

















































Discussion about this post