“Jika ketegangan dagang AS–China mulai mencair, pasar bisa berbalik positif dengan cepat. Ketidakpastian perdagangan inilah yang memicu aksi jual besar-besaran pekan lalu,” ujar Moreno.
Selain itu, Federal Reserve juga akan menggelar konferensi inovasi sistem pembayaran hari ini, 21 Oktober, yang mempertemukan regulator keuangan, eksekutif perbankan, dan pemimpin industri kripto.
Forum tersebut akan membahas peran aset digital, kecerdasan buatan (AI), dan tokenisasi dalam membentuk masa depan sistem pembayaran global.
Hasil dari pertemuan itu diyakini dapat memberikan dampak langsung pada sentimen pasar dan harga aset kripto dalam jangka pendek.
Moreno menambahkan bahwa bahkan sedikit saja kejelasan arah kebijakan global dapat mengembalikan rasa percaya investor dan mengalirkan kembali modal ke aset berisiko seperti Bitcoin dan XRP.
Q4 Berpotensi Menjadi Awal Kebangkitan Baru
Secara historis, kuartal keempat (Q4) kerap menjadi periode terbaik bagi pasar kripto, di mana reli besar biasanya terjadi setelah perlambatan di musim panas.
Jika Bitcoin mampu menembus level $115.000, potensi kenaikan cepat ke kisaran $150.000 hingga $195.000 sangat terbuka.
Namun Moreno menilai bahwa meski siklus bullish masih aktif, laju pertumbuhan kali ini akan lebih lambat dibandingkan awal tahun 2025.
“Level $115.000 adalah resistensi kritis. Jika berhasil dilewati, kita bisa mulai melihat tanda-tanda reli Q4. Sebaliknya, $100.000 menjadi batas psikologis dan teknikal penting — jika mampu bertahan di sana, tekanan jual bisa mereda,” ujarnya.














































Discussion about this post