Reli spektakuler ini dipicu oleh ekspansi kemitraan Oracle di bidang infrastruktur AI, termasuk kolaborasi dengan OpenAI dalam pengembangan alat agen AI.
Acara Oracle AI World pun menampilkan terobosan besar di bidang pusat data, yang semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain utama infrastruktur AI global.
Sementara itu, Nvidia justru menghadapi tekanan.
Meski permintaan chip AI masih tinggi, perusahaan ini terganjal oleh sengketa tarif dan ketergantungan besar pada pasar internasional.
Lebih dari separuh pendapatan Nvidia berasal dari luar negeri, membuatnya rentan terhadap gesekan kebijakan global.
Analis menilai kontras antara risiko eksternal Nvidia dan momentum positif Oracle menjadi faktor utama pergeseran preferensi investor dalam perlombaan saham AI saat ini.(*)















































Discussion about this post