ISTANAGARUDA.COM – Lebih dari selusin asosiasi perdagangan terkemuka di Inggris menyerukan agar teknologi blockchain, stablecoin, dan tokenisasi dijadikan elemen inti dalam kerja sama teknologi strategis antara Inggris dan Amerika Serikat.
Surat terbuka itu ditandatangani oleh sejumlah organisasi berpengaruh, termasuk UK Cryptoassets Business Council, TheCityUK, serta Association of British Insurers.
Mereka mengirimkan surat resmi kepada Menteri Bisnis Inggris Peter Kyle dan Menteri Ekonomi Lucy Rigby, mendesak agar isu aset digital tidak dikesampingkan dalam penyusunan perjanjian UK–US Tech Bridge.
Asosiasi perdagangan itu menilai, jika Inggris gagal mengamankan peran penting dalam ekosistem aset digital, negara tersebut berisiko tertinggal dalam penentuan standar global di sektor keuangan dan inovasi.
Negara-negara di Asia dan Timur Tengah saat ini bahkan sudah melaju cepat dengan membangun kerangka regulasi untuk aset digital.
Dalam surat tersebut, stablecoin dan tokenisasi aset ditegaskan sebagai “bidang strategis yang sangat penting bagi kedua perekonomian.”
Surat itu juga menekankan: “Tanpa tindakan yang terkoordinasi, bisnis Inggris bisa menghadapi lingkungan regulasi yang terfragmentasi, berkurangnya akses ke pasar transatlantik, dan meningkatnya tekanan kompetitif.”
Peringatan keras ini muncul ketika pemerintah Inggris sebenarnya telah menunjukkan komitmen awal melalui strategi Wholesale Markets yang diumumkan pada Juli lalu.
Strategi itu menegaskan dukungan pada Distributed Ledger Technology (DLT) dan tokenisasi, serta menjajaki penggunaan stablecoin di dalam Digital Securities Sandbox.















































Discussion about this post