Perang ini menjadi konflik paling mematikan dalam sejarah pertempuran antara Israel dan Hamas, dengan korban jiwa mencapai sekitar 2% dari total populasi Gaza sebelum perang yang berjumlah 2,3 juta jiwa.
Serangan Udara Kembali Menelan Korban
Selama 24 jam terakhir, lebih dari 50 jenazah dibawa ke rumah sakit di wilayah Gaza yang hancur akibat bom, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Di antaranya, serangan udara Israel semalam di kawasan Shijaiyah, Gaza Timur, menewaskan 10 orang, termasuk sebuah keluarga beranggotakan empat orang, kata petugas medis Palestina.
Israel menuding Hamas bertanggung jawab atas tingginya angka korban sipil karena beroperasi di tengah kawasan pemukiman padat penduduk. Namun, kelompok HAM dan warga Palestina mengkritik Israel karena dinilai gagal mencegah jatuhnya korban sipil dalam setiap serangannya.
Perang ini bermula pada 7 Oktober 2023, saat militan yang dipimpin Hamas menyerang wilayah selatan Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang—mayoritas adalah warga sipil—dan menculik sekitar 250 orang lainnya.
Israel merespons dengan serangan udara masif serta invasi darat ke wilayah Gaza. Saat ini, sekitar 100 sandera masih berada di Gaza, dengan sepertiga dari mereka diyakini telah meninggal. Sisanya telah dibebaskan dalam gencatan senjata tahun lalu.
Serangan ke Sekolah di Khan Younis
Pada Minggu lalu, sebuah serangan terhadap sekolah di Kota Khan Younis, Gaza Selatan, menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk enam anak-anak dan dua perempuan, menurut Rumah Sakit Nasser.
Discussion about this post