Dalam dua tahun terakhir, Kim Jong Un memanfaatkan perang Rusia-Ukraina sebagai kesempatan untuk meningkatkan uji coba senjata dan mempererat hubungan militer dengan Moskow.
Korea Selatan, Amerika Serikat, dan negara lainnya meyakini bahwa Korea Utara telah memasok artileri, rudal, dan senjata konvensional lainnya untuk mendukung Rusia yang kehabisan stok senjata.
Kemungkinan partisipasi militer Korea Utara dalam perang Ukraina akan menjadi eskalasi serius.
Para ahli mengatakan, selain teknologi nuklir dan rudal dari Rusia, Kim Jong Un kemungkinan juga berharap mendapat bantuan Rusia untuk membangun sistem pengawasan berbasis satelit dan memodernisasi senjata konvensionalnya.
Jika tentara Korea Utara ditempatkan di Rusia selama satu tahun, Kim bisa mendapat ratusan juta dolar untuk membayar gaji mereka.(*)













































Discussion about this post