“Kita akan fokus sekarang untuk menggerakkan ekonomi. Tidak hanya di atas, kita mau menggerakkan ekonomi dari bawah, dari daerah-daerah. Dan semua daerah akan kita bangun,” katanya.
Dalam pandangan Prabowo, keberhasilan perekonomian nasional harus diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, petani yang mengolah lahan, nelayan yang mencari nafkah di pesisir, pedagang pasar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga ibu rumah tangga yang turut menopang keuangan keluarga harus menjadi bagian dari kemajuan ekonomi Indonesia.
“Kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata, oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya,” ucapnya.
Prabowo menekankan, kesejahteraan tidak cukup dinilai dari angka pertumbuhan ekonomi atau berbagai program yang dicanangkan pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus terlihat melalui peningkatan pendapatan riil masyarakat dan kemampuan setiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata,” tegas Presiden.
Untuk mewujudkan sasaran tersebut, Presiden turut mengingatkan pentingnya peran pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga serta mengelola kekayaan nasional secara bertanggung jawab.


















































Discussion about this post