Berdasarkan laporan Matsani, penghargaan diberikan kepada peserta yang meraih prestasi terbaik pertama hingga ketiga serta kategori harapan pertama hingga ketiga.
Rinciannya meliputi enam peserta terbaik pertama, lima peserta terbaik kedua, dua peserta terbaik ketiga, enam peserta harapan pertama, tujuh peserta harapan kedua, dan satu peserta harapan ketiga.
Pramono mengapresiasi pencapaian para peserta dan berharap prestasi kontingen Jakarta meningkat pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.
Terlebih, Jakarta akan menjadi tuan rumah MTQ tahun depan, bertepatan dengan momentum penting menuju peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027.
“Tetapi untuk tahun depan, karena MTQ berlangsung di Jakarta dan sekaligus Jakarta sebagai tuan rumah, saya berharap bahwa prestasinya akan menjadi lebih baik, mudah-mudahan memberikan kontribusi untuk HUT Jakarta yang ke-500 tahun,” ujarnya.
Menurut Pramono, peran marbot, pengurus masjid, dan peserta MTQ turut mendukung terciptanya kehidupan keagamaan yang kondusif di Ibu Kota.
Ia menilai kondisi tersebut harus terus dipertahankan melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
Pramono juga menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta mencapai 85,05, tertinggi secara nasional.
Ia berharap kemajuan pembangunan manusia berjalan seiring dengan peningkatan prestasi keagamaan, termasuk capaian kontingen Jakarta dalam MTQ Nasional.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung kehidupan keagamaan masyarakat sekaligus mempersiapkan Jakarta menyambut usia 500 tahun pada 2027.(*)



















































Discussion about this post