Bahlil turut menjelaskan gangguan kelistrikan yang terjadi di Batam berdasarkan laporan awal yang diterimanya.
Ia menyebut sejumlah persoalan teknis, termasuk jaringan listrik yang terdampak petir, sebagai faktor yang berkaitan dengan gangguan tersebut.
Mengenai pemulihan layanan dan kemungkinan pemberian kompensasi kepada pelanggan terdampak, Bahlil mengatakan dirinya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan PT PLN (Persero).
“Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN, karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan,” katanya.
Di sektor bahan bakar, perhatian pemerintah juga tertuju pada kendala distribusi BBM di Bali.
Bahlil mengungkapkan bahwa Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri telah berada di Bali untuk menangani persoalan distribusi tersebut.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi di lapangan, Bahlil menyatakan akan menggelar rapat guna membahas laporan terbaru dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Meski distribusi di Bali menghadapi kendala, Bahlil menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak menunjukkan adanya kekurangan persediaan BBM secara nasional.
Ia memastikan ketahanan stok nasional masih berada pada kisaran 16 hingga 18 hari, sehingga fokus penanganan saat ini adalah memastikan distribusi berjalan dengan baik.
“Kalau stok nasional itu kita di angka 16-18 hari, jadi masih clear, gak ada masalah secara stok nasional. Jadi distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala, itu yang sebentar saya akan rapat,” pungkasnya.

















































Discussion about this post