Langkah ini diarahkan untuk memperbaiki efisiensi serta produktivitas PLN, sekaligus membuka peluang pengurangan beban subsidi melalui pengelolaan perusahaan yang lebih efektif.
“Nanti kami dari Danantara tentunya akan duduk dengan tim dari PLN agar transformasi ini bisa dilakukan secara menyeluruh, sehingga ini juga bisa mengurangi subsidi atau dalam rangka meningkatkan efisiensi dan juga produktivitas di PLN,” jelas Rosan.
Rosan menambahkan, peninjauan ulang model bisnis diperlukan agar pengelolaan PLN semakin tepat sasaran dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Sebelum mengajukan rancangan perubahan kepada Presiden, pemerintah akan melakukan asesmen untuk menentukan pendekatan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Kita akan revisit lagi, kita akan lihat lagi mengenai bisnis modelnya, bagaimana ini lebih tepatnya agar lebih efisien, lebih baik dan juga berdampak positif terhadap perekonomian kita secara keseluruhan,” katanya.
Di luar agenda transformasi bisnis dan pengembangan energi surya, pemerintah juga menaruh perhatian pada kemampuan PLN menjaga keandalan pasokan listrik ketika menghadapi situasi darurat.
Rosan menegaskan bahwa rencana cadangan atau backup plan perlu ditinjau dan disempurnakan agar perusahaan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu layanan kelistrikan di seluruh Indonesia.
Ia menyebut PLN pada dasarnya telah memiliki mekanisme untuk mengantisipasi kondisi krisis, tetapi langkah-langkah tersebut masih perlu diperkuat.

















































Discussion about this post