Momentum HUT ke-81 TNI tersebut juga diisi dengan pemberian Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah tokoh dan pimpinan TNI. Pembacaan keputusan mengenai penghargaan itu dilakukan Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Wahyu Yudhayana selaku Sekretaris Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Tak berhenti pada pemberian penghargaan, Presiden Prabowo juga meresmikan satuan-satuan baru TNI sebagai bagian dari penguatan organisasi pertahanan negara.
Dalam rangkaian tersebut, pemerintah meresmikan 204 satuan baru yang mencakup unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
Presiden kemudian menyerahkan tongkat komando dan lambang satuan baru kepada tujuh perwakilan pimpinan satuan sebagai bagian dari prosesi peresmian tersebut.
Namun, di balik rangkaian seremoni dan penguatan organisasi itu, pesan utama Prabowo dalam amanatnya tertuju pada satu hal, yakni hubungan yang tidak boleh terputus antara TNI dan rakyat.
Presiden menegaskan bahwa sejak awal kelahirannya, TNI merupakan kekuatan yang tumbuh bersama rakyat sehingga jati diri sebagai tentara rakyat, tentara nasional, dan tentara pejuang harus terus menjadi dasar dalam setiap pengabdian.
“TNI lahir dari rakyat. TNI berjuang bersama rakyat. TNI adalah tentara pejuang kemerdekaan. Sebelum negara bisa memberi anggaran, TNI berdiri dari rakyat. Tanpa digaji, yang beri makan TNI adalah seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden.
Karena itu, Prabowo meminta seluruh prajurit tidak menjauh dari masyarakat dan menjadikan kepentingan rakyat sebagai bagian penting dari tugas pengabdian mereka.


















































Discussion about this post