Menurutnya, museum perlu dirawat dan dilindungi sekaligus direvitalisasi agar keberadaannya tidak berhenti sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah.
“Presiden tentu melihat museum-museum, termasuk museum-museum sejarah ini harus kita rawat, kita lindungi, kita revitalisasi, dan ini sedang berlangsung dan sedang berjalan juga, termasuk di daerah-daerah, agar museum bisa juga menjadi pusat edukasi, belajar, dan juga menjadi tempat untuk memori kolektif bangsa,” tutur Fadli.
Dengan konsep baru tersebut, Museum Kesaktian Pancasila diharapkan dapat menjadi ruang edukasi sejarah yang lebih relevan bagi generasi muda.
Teknologi digital dan pengalaman immersive menjadi bagian dari pendekatan baru untuk membuat materi sejarah lebih mudah dipahami tanpa menghilangkan konteks dan substansi peristiwa yang disampaikan.
Fadli secara khusus mengajak pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum untuk datang dan melihat langsung berbagai koleksi serta narasi sejarah yang disajikan di museum tersebut.
“Jadi ini kita harapkan nanti masyarakat, terutama para siswa, mahasiswa, atau umum, publik bisa berkunjung ke sini sebagai bagian yang penting dari sejarah panjang kita,” pungkasnya.
Peresmian renovasi Museum Kesaktian Pancasila setelah Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 sekaligus menandai babak baru bagi museum tersebut sebagai ruang untuk mempelajari sejarah, mengenang para Pahlawan Revolusi, dan menjaga memori kolektif bangsa melalui perpaduan antara koleksi sejarah dan teknologi modern.(*)



















































Discussion about this post