“Sebenarnya ada lebih banyak sentuhan-sentuhan digital dan juga narasinya yang lebih lengkap. Pada waktu itu memang belum lengkap, terutama secara sekuens, lini masanya itu belum terlalu lengkap, dan ini dilengkapi juga oleh para sejarawan,” ungkap Fadli.
Salah satu bagian yang ikut mendapat perhatian adalah ruang relik yang menyimpan berbagai benda berkaitan dengan para Pahlawan Revolusi.
Koleksi tersebut antara lain berupa pakaian, jam tangan, serta sejumlah memorabilia yang memiliki keterkaitan dengan sejarah yang dikenang di kawasan Lubang Buaya.
Keberadaan benda-benda tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung karena sejarah tidak hanya disampaikan melalui teks dan diorama, tetapi juga melalui benda yang menjadi bagian dari memori masa lalu.
Dari sisi sejarah museum, bangunan tersebut sebelumnya dikenal dengan nama Museum Pengkhianatan PKI (Komunis) dan pertama kali diresmikan Presiden Soeharto pada 1 Oktober 1992.
Lebih dari tiga dekade kemudian, museum tersebut kembali mengalami pembaruan dan diresmikan pada tanggal yang sama, 1 Oktober, kali ini oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2026.
Proses renovasi dilakukan setelah peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada tahun sebelumnya.
Setelah pembaruan rampung, Museum Kesaktian Pancasila kini kembali menerima kunjungan masyarakat.
“Ya, sudah terbuka untuk umum,” ujar Fadli.
Fadli juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap keberadaan museum sejarah di berbagai wilayah Indonesia.



















































Discussion about this post