“Alhamdulillah kalau di DKI Jakarta ini sangat luar biasa untuk aksesibilitasnya juga sudah bagus, baik aksesibilitas fisik maupun nonfisik. Yang disebut nonfisik adalah pelayanan dari para petugas ini juga sudah memadai alhamdulillah walaupun memang sedikit terkadang ada kekurangan, tapi insyaallah mudah-mudahan lebih baik dari kota-kota lain,” ujar Ajat.
Dalam perjalanan tersebut, Ajat juga mendapat kesempatan berbincang secara langsung dengan Presiden Prabowo.
“Ya diajak ngobrol (Presiden), gimana udah terima kartu layanan gratis belum, alhamdulillah saya udah. Terus ya ditanya mengenai aksesibilitas tadi saya sudah jelaskan,” katanya.
Menurut Ajat, pengalaman tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menyampaikan harapan agar pembangunan transportasi publik semakin memperhatikan prinsip aksesibilitas bagi seluruh warga.
“Yang pasti harapan kita transportasi yang accessible, yang ini sudah mulai sempurna, yang kedua selalu kota ini menjadi kota yang inklusif,” lanjut Ajat.
Selain penyandang disabilitas, perjalanan tersebut juga diikuti dua warga lansia asal Kebayoran Baru, Ibu Hesti dan Ibu Widi.
Keduanya mengaku tidak menyangka dapat bertemu dan berbincang langsung dengan Presiden Prabowo selama berada di dalam rangkaian LRT.
“Aduh, rasa mimpi. Dari rumah mimpi apa sampai sini kok bisa ketemu. Selama ini kan cuma di TV, ya, cuma di TV berita-berita, sekarang langsung lihat (Presiden),” ujar Ibu Hesti.
Hesti juga berharap peningkatan kualitas transportasi publik terus memperhatikan kebutuhan masyarakat lanjut usia, khususnya terkait kemudahan berpindah dari satu area ke area lainnya di stasiun.


















































Discussion about this post