“Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” tegasnya.
Bagi Suahasil, menjaga kepercayaan terhadap APBN tidak cukup hanya dengan memastikan angka-angka fiskal berada dalam kondisi sehat.
Komunikasi pemerintah kepada masyarakat juga dinilai memiliki peran penting agar kebijakan pengelolaan keuangan negara dapat dipahami dan dipercaya publik.
“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” ujarnya.
Ia juga memberikan penekanan khusus mengenai efisiensi anggaran yang selama ini kerap dikaitkan dengan pengurangan belanja pemerintah.
Suahasil menilai efisiensi seharusnya tidak berhenti pada tindakan memangkas anggaran, tetapi harus dilihat dari seberapa besar manfaat yang dapat dihasilkan dari setiap rupiah yang dibelanjakan negara.
“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Suahasil.
Dengan demikian, pengelolaan APBN diharapkan tidak hanya menjaga kesehatan fiskal, tetapi sekaligus memastikan anggaran negara menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Di awal masa tugasnya, Suahasil juga memastikan proses peralihan kepemimpinan di Kementerian Keuangan akan dilakukan melalui koordinasi yang baik.
Langkah tersebut diperlukan agar pengelolaan keuangan negara tetap berjalan tanpa gangguan dan berbagai program prioritas pemerintah dapat dilanjutkan secara berkesinambungan.(*)



















































Discussion about this post