Ia menggambarkan Indonesia sebagai negara dengan wilayah luas dan tantangan pelayanan publik yang kompleks, termasuk kebutuhan menjangkau masyarakat hingga daerah pegunungan dan pulau-pulau terpencil.
“Jadi memang masalah kita besar, tantangan kita besar, dan kita berada di alam yang banyak tantangan juga. Tapi alhamdulillah bangsa kita di usia ke-81 kokoh, bersatu. Berbeda, tapi kita kokoh, bersatu dan kita semakin kuat menghadapi masa depan,” ucap Presiden.
Optimisme terhadap masa depan Indonesia juga menjadi bagian penting dari pesan Prabowo dalam acara tersebut.
Presiden melihat adanya peluang besar bagi Indonesia untuk terus meningkatkan posisi dan kekuatan ekonominya di dunia pada masa mendatang.
Namun, peluang tersebut menurutnya tidak boleh hanya menjadi bahan kebanggaan, melainkan harus dipersiapkan sejak sekarang melalui pembangunan yang berkelanjutan dan penguatan generasi penerus.
Prabowo menilai generasi muda nantinya akan menjadi pihak yang menerima tongkat estafet kepemimpinan dan bertanggung jawab melanjutkan perjalanan kebangkitan Indonesia.
“Pak SBY dan saya, kita generasi ibarat, kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi yang lebih muda kita untuk naik, untuk mengambil alih tanggung jawab, untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia,” tutur Presiden.
Pernyataan tersebut juga menggambarkan pandangan Prabowo mengenai kepemimpinan sebagai sebuah kesinambungan antargenerasi, bukan sekadar pergantian kekuasaan.
Menurutnya, generasi yang memegang tanggung jawab hari ini memiliki tugas menyiapkan fondasi agar generasi berikutnya dapat melangkah lebih jauh.


















































Discussion about this post