Menurut Prabowo, kemampuan yang dimiliki para atlet merupakan anugerah sekaligus kehormatan yang tidak diberikan kepada semua orang.
Karena itu, kesempatan mengenakan seragam Kontingen Indonesia harus dipandang sebagai tanggung jawab besar untuk mewakili ratusan juta rakyat Indonesia.
“Pemberian Yang Maha Kuasa itu adalah sesuatu yang harus kita syukuri. Tidak semua rakyat Indonesia diberi kemampuan yang kalian miliki. Dari ratusan juta rakyat Indonesia, hanya 432 orang atlet yang dikirim, yang memenuhi syarat, yang lolos kualifikasi, yang mewakili 287 juta, 432. Ini kehormatan yang sangat besar,” tegas Presiden.
Presiden kemudian menitipkan harapan agar perjuangan para atlet tidak berhenti pada pencapaian pribadi, melainkan mampu menghadirkan kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Terima kasih perjuanganmu. Negara dan bangsa menanti prestasimu,” kata Kepala Negara.
Prabowo juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang juara tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan disiplin, pengorbanan, dan latihan tanpa henti.
“Saudara yang mau mengorbankan harimu berjam-jam, saya tahu untuk jadi juara itu pengorbanan yang besar. Saya pernah dengar seorang pelatih Olimpiade dari suatu bangsa, waktu ditanya apa rumus menjadi Olimpiade champion dia jawab hanya tiga. Rumus untuk jadi champion itu hanya tiga. Latihan, latihan, latihan. Itu saya pegang terus. Berarti saudara untuk mencapai puncak ini, saudara-saudara telah berjuang dengan keras,” ujar Kepala Negara.


















































Discussion about this post