Posisi Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, menurut Prabowo, memberikan modal geografis yang sangat strategis untuk menghubungkan kepentingan ekonomi Indonesia dengan Rusia dan kawasan Eurasia.
”Indonesia, yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, berupaya membangun jembatan yang lebih kuat ke Timur Jauh Rusia dan ke Uni Ekonomi Eurasia,” ungkapnya.
Prabowo juga melihat adanya kesamaan karakter antara Indonesia dan Rusia dalam hal luasnya wilayah serta tantangan yang muncul dari kondisi geografis tersebut.
Negara dengan wilayah yang sangat luas menghadapi persoalan tersendiri dalam memastikan seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat pemerintahan dan kawasan perbatasan, tetap terhubung dengan pusat pertumbuhan ekonomi.
Namun, Prabowo tidak melihat jarak antara Indonesia dan Vladivostok sebagai alasan untuk membatasi hubungan kedua negara.
Sebaliknya, ia menawarkan cara pandang berbeda terhadap posisi Samudra Pasifik yang selama ini kerap dianggap sebagai ruang pemisah antarkawasan.
”Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi salah satu pesan paling kuat yang disampaikan Prabowo dalam forum internasional tersebut karena mengubah perspektif geografis menjadi sebuah peluang ekonomi.
Bagi Indonesia, kawasan Pasifik bukan sekadar bentangan laut yang memisahkan negara-negara di kedua sisinya, melainkan jalur strategis yang dapat memperkuat konektivitas perdagangan, investasi, teknologi, dan kerja sama maritim.



















































Discussion about this post