Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, K.H. Abdurrozaq Sholeh.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menerima Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) yang diserahkan langsung oleh Rais Aam terpilih Miftachul Akhyar.
Namun, pesan Presiden dalam forum tersebut tidak hanya berkaitan dengan pergantian kepemimpinan di tubuh NU.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah sedang menjalankan strategi transformasi bangsa dengan sasaran utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membawa sebanyak mungkin rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan.
Menurut Presiden, arah perjuangan tersebut memiliki keselarasan dengan pesan yang disampaikan Rais Aam terpilih dalam Muktamar ke-35 NU.
“Jadi inilah saya kira kewajiban kita bersama bahwa fokus, perhatian, tujuan dari strategi transformasi bangsa kita yang saya sekarang pimpin dan kendalikan adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan,” ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara mengatakan pemerintah telah menyusun perencanaan secara terukur untuk mencapai sasaran tersebut dan meyakini upaya itu dapat menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.
“Kita harus berani, dan saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya. Saya sudah hitung dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil. Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan dan kita sudah buktikan dalam dua tahun pertama kita,” imbuh Kepala Negara.
Untuk mendukung agenda transformasi tersebut, pemerintah juga melakukan pembenahan terhadap badan usaha milik negara (BUMN) melalui langkah efisiensi dan restrukturisasi.














































Discussion about this post