“Memang karena getaran masih terus terjadi, disampaikan oleh Kepala BNPB, ada 143. Jadi titik-titik yang memang selama ini itu kita tandai sebagai titik-titik yang lawan longsor, kita tetap tempatkan eskavator, sehingga begitu ada longsor, kita langsung dipinggirkan semua longsor-longsorannya sehingga situasi manusia tidak terganggu,” jelasnya.
Pemulihan jembatan juga menjadi perhatian karena jalur tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran distribusi kebutuhan strategis, termasuk bahan bakar minyak atau BBM.
Menurut Dody, jembatan yang terdampak sudah dapat digunakan secara fungsional sejak hari kedua meskipun kendaraan masih harus melintas secara bergantian.
Pemerintah bahkan telah melakukan pengujian terhadap jembatan tersebut dengan kendaraan pengangkut BBM bermuatan hingga 20 ton.
“Hari kedua, alhamdulillah, jembatan sudah bisa fungsional, Pak. Memang harus lewat satu-satu per satu, Pak. Karena jembatannya sampai detik ini pun masih belum terlalu fungsional. Tapi kita sudah tes, sampai dengan BBM 20 ton, alhamdulillah emang masih bisa tidak goyang lagi, Pak, jembatan ini,” jelasnya.
Selain jalan dan jembatan, pemerintah menempatkan penyediaan air bersih sebagai kebutuhan mendasar yang harus segera dipulihkan.
Kementerian Pekerjaan Umum melakukan verifikasi serta perbaikan secara bertahap untuk memastikan masyarakat di wilayah terdampak kembali memperoleh akses air minum yang memadai.
“Di samping jalan yang memang sudah lama kita preservasi, juga kebutuhan mendasar air, akan kita utamakan, Pak, sesuai dengan arahan Bapak, bahwa di mana pun masyarakat kita, tidak boleh satu pekerjaan kita tinggalkan,” pungkasnya.

















































Discussion about this post