Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Kepala Negara untuk mendengar kebutuhan warga sekaligus memberikan dukungan moral di tengah situasi sulit pascagempa.
Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak boleh berhenti pada tahap distribusi bantuan semata.
Pemerintah harus memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara aman, anak-anak kembali bersekolah, pelayanan kesehatan tetap tersedia, kegiatan ekonomi bergerak, serta rumah dan fasilitas umum yang rusak dapat segera dipulihkan.
Sejalan dengan agenda tersebut, pemerintah juga mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak gempa di berbagai wilayah NTT.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melaporkan bahwa pembukaan akses jalan nasional telah dilakukan sejak hari pertama setelah bencana untuk menjaga konektivitas dan memperlancar pengiriman bantuan.
“Jadi mulai hari pertama, hari Sabtu itu, sesuai dengan bimbingan Pak Kepala BNPB, kami buka semua jalan nasional, Pak,” ucap Menteri Dody.
Upaya tersebut membuat seluruh jalan dan jembatan nasional yang sebelumnya terdampak longsor dapat kembali digunakan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Alhamdulillah hal yang kedua itu, semua jalan nasional dan jembatan nasional sudah berfungsi normal, Pak,” tuturnya.
Meski sebagian besar akses telah kembali berfungsi, pemerintah tetap menyiagakan personel dan alat berat karena aktivitas gempa susulan masih berpotensi memicu longsor di sejumlah titik.
Dody mengatakan terdapat 143 titik yang telah ditandai sebagai kawasan rawan longsor, sehingga ekskavator ditempatkan di lokasi tersebut agar material longsoran dapat segera disingkirkan apabila menutup akses.

















































Discussion about this post