“Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awal akan terjadi pada tanggal 23-27 sehingga kami akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” tutur Bulo.
Usai memimpin rapat terbatas tersebut, Presiden Prabowo tidak berhenti pada pembahasan laporan di posko dan langsung bergerak menuju lokasi lahan yang terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya.
Kunjungan lapangan itu dilakukan Kepala Negara untuk memastikan secara langsung bagaimana kondisi wilayah yang terbakar sekaligus mengecek efektivitas upaya pemadaman yang dijalankan oleh petugas gabungan.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo tampak berjalan menyusuri area yang hangus akibat kebakaran.
Dari dekat, Presiden mengamati kondisi lahan terdampak serta melihat proses penanganan api yang masih dilakukan oleh para petugas di lapangan.
Di tengah peninjauan tersebut, Prabowo juga memberikan arahan kepada jajaran menteri dan pihak terkait yang mendampinginya.
Presiden menekankan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan dengan cepat, terkoordinasi, dan terukur agar api dapat segera dikendalikan sebelum meluas ke kawasan lainnya.
Kepala Negara turut menghampiri para petugas yang sedang menjalankan tugas pemadaman dan menyapa mereka secara langsung.
Kehadiran Presiden di tengah petugas menjadi bentuk perhatian terhadap kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam upaya mengendalikan kebakaran di lapangan.
Tidak hanya berbicara dengan petugas, Presiden Prabowo juga menyapa warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
















































Discussion about this post