“Selama latihan, tentunya banyak cerita. Kami latihan mulai dari pagi sampai sore, menjelang malam hari terkadang. Di situ banyak cerita yang kita laksanakan, selain tentunya kita juga harus dengan serius, tapi banyak canda tawa terhadap adik-adik. Kita juga harus mendekatkan diri tentunya kepada adik-adik biar pelaksanaan dapat berjalan dengan aman lancar,” kata Kapten Bagus.
Bagi para pembina, kedekatan tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan dan memastikan seluruh rangkaian tugas dapat dilaksanakan secara aman serta sesuai dengan ketentuan.
Sementara bagi para Paskibraka, setiap jam latihan yang panjang menjadi bagian dari perjalanan menuju sebuah momen yang tidak mudah dilupakan.
Kini seluruh rangkaian tugas telah mereka selesaikan dengan membawa pengalaman yang jauh lebih berharga daripada sekadar keberhasilan menjalankan prosesi upacara.
Ada rasa bangga karena telah mendapat kepercayaan mengibarkan dan menurunkan simbol negara di Istana Merdeka.
Ada pula doa untuk keluarga dan daerah asal yang selalu menjadi sumber kekuatan selama menjalani proses panjang sebagai Paskibraka nasional.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal bagi para putra-putri terbaik bangsa untuk melangkah ke masa depan dengan membawa nilai kedisiplinan, tanggung jawab, persatuan, dan kecintaan kepada Indonesia.(*)














































Discussion about this post