Prasetyo mengakui terdapat sejumlah manuver yang sempat membuatnya merasa tegang ketika menyaksikan latihan tersebut.
Namun, ia melihat kondisi itu sebagai bagian dari proses yang memperlihatkan tingkat profesionalisme dan kesiapan personel TNI dalam menjalankan tugas.
“Tadi beberapa juga ada, beberapa manuver yang sempat bikin deg-degan juga, tiga heli yang saling berdekatan. Alhamdulillah, ternyata kalau kita tidak kalah secara sumber daya manusia, kita siap dengan peralatan-peralatan yang terbaik, tentu seluruh anak-anak Indonesia akan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negaranya,” lanjutnya.
Setelah latihan selesai, tim penyelenggara langsung melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek teknis yang masih perlu disempurnakan.
Salah satu perhatian utama adalah ketepatan koordinat dan posisi pesawat serta helikopter ketika melakukan manuver di hadapan podium utama.
“Beberapa kali sudah langsung coba kita evaluasi misalnya dari sisi koordinat ya. Koordinat supaya betul-betul center posisi dari manuver baik pesawat maupun heli, dari sisi podium utama terutama di mana nanti Bapak Presiden bersama dengan para tamu menyaksikan, itu salah satu yang tadi juga langsung dikoreksi, langsung kita koordinatnya,” tambahnya.
Evaluasi tidak hanya difokuskan pada atraksi udara yang akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan.
Kesiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) juga menjadi perhatian karena kondisi lapangan di kawasan Istana memerlukan penyesuaian tertentu bagi para peserta latihan.















































Discussion about this post