Dalam kesempatan itu, Presiden terlebih dahulu menanyakan kondisi rumah yang kini telah ditempati Terry bersama keluarganya.
“Bagaimana rumah?” tanya Presiden.
“Sangat baik, Pak. Sangat bagus. Airnya lancar, bangunannya kuat juga, keamanan juga kalau malam terang tidak gelap,” jawab Terry.
Presiden juga menanyakan jangka waktu cicilan rumah yang dipilih Terry.
Terry menjelaskan bahwa dirinya mengambil tenor selama 20 tahun.
Ia mengaku rumah tersebut menjadi impian yang akhirnya terwujud setelah menanti selama 14 tahun menjalani kehidupan rumah tangga.
“Saya juga mau menyampaikan banyak terima kasih, Pak. Karena melalui program Bapak, saya bisa punya rumah, Pak. Udah 14 tahun menikah, baru dapat rumah ini tahun, Pak. Banyak terima kasih, Pak, untuk programnya, Pak. Semua dilancarkan, diberikan kesehatan dan kesabaran untuk memimpin Negara Republik Indonesia. Terima kasih, Pak,” ungkap Terry.
Suasana penuh kehangatan kembali terasa ketika Presiden menyapa Ririn, seorang guru sekolah dasar dari Kota Tual, Maluku.
Selain menanyakan kondisi rumah yang kini ditempati bersama keluarganya, Presiden juga ingin mengetahui pelaksanaan sejumlah program pemerintah di sekolah tempat Ririn mengajar.
Pembicaraan mencakup pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai sarana pembelajaran digital.
“Alhamdulillah sudah, Bapak Presiden. Saya mewakili sekolah juga mengucapkan terima kasih, sangat terbantu, Pak. Anak-anak antusias,” kata Ririn.
Menjelang berakhirnya dialog, Presiden Prabowo menyampaikan doa dan harapan agar rumah baru yang dimiliki Ririn membawa kebahagiaan bagi keluarganya.














































Discussion about this post