Presiden juga menekankan bahwa integritas harus menjadi fondasi utama dalam setiap langkah seorang perwira.
“Jangan ada loyalitas korps yang sempit. Integritas adalah kehormatan seorang perwira. Jangan pernah menyalahgunakan jabatan,” tegas Presiden.
Menurut Kepala Negara, TNI dan Polri merupakan dua institusi yang memiliki peran sangat penting dalam menjaga eksistensi negara sehingga keduanya harus selalu kuat, profesional, dan solid dalam menjalankan tugas.
“Saudara-saudara sekalian, TNI dan Polri adalah dua institusi yang vital bagi kelangsungan hidup negara. TNI dan Polri harus kuat. TNI dan Polri harus profesional. TNI dan Polri harus bersama-sama menjaga bangsa Indonesia,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa setiap perwira harus selalu menjaga kepercayaan rakyat karena seluruh pendidikan, perlengkapan, hingga penghasilan mereka berasal dari rakyat Indonesia.
“Sekali saudara mengkhianati rakyat, saat itu pula saudara kehilangan kehormatanmu. Ingatlah selalu, saudara lahir dari rakyat, dididik dengan uang rakyat. Pakaian yang kau pakai dari ujung kaki sampai ujung kepala adalah dari rakyat. Makanmu dari rakyat. Gajimu dari rakyat. Mengabdi selalu untuk rakyat. Jadilah pelindung, pengayom, dan pembela rakyat,” tegasnya.
Kepala Negara kemudian menitipkan masa depan bangsa kepada seluruh lulusan Praspa 2026 agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tidak pernah mengecewakan kepercayaan rakyat.
“Saudara-saudara perwira TNI Polri lulusan tahun 2026, hari ini rakyat Indonesia menitipkan masa depan bangsa di pundak saudara-saudara. Jangan pernah kecewakan kepercayaan ini,” ucapnya.















































Discussion about this post