Menurut Presiden, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mampu melakukan lompatan besar dalam pemanfaatan teknologi untuk sektor pendidikan.
Namun, ia menegaskan pemerintah tidak akan berhenti karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama dalam memperbaiki kondisi infrastruktur sekolah di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo memaparkan perkembangan program distribusi perangkat pembelajaran digital berupa interactive flat panel atau layar pintar ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Program tersebut telah dimulai pada tahun sebelumnya dengan pemberian satu unit perangkat untuk setiap sekolah.
Pemerintah kemudian berencana memperluas program tersebut dengan menambahkan tiga unit perangkat pintar tambahan untuk setiap sekolah pada tahun berjalan.
“Kita sudah membagi interaktif flat panel, layar pinter di seluruh sekolah Indonesia, satu per sekolah tahun lalu sudah kita bagikan. Tahun ini kita akan tambah tiga plus per sekolah. Saya harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan, terkirim kurang lebih tambahan 700 ribu panel pinter atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia. Akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027,” ungkap Presiden Prabowo.
Melalui pemanfaatan teknologi digital dan pembangunan infrastruktur pendidikan secara merata, pemerintah berharap tidak ada lagi kesenjangan akses pembelajaran antara sekolah di perkotaan dan wilayah terpencil.
Presiden menilai teknologi dapat menjadi jembatan yang memungkinkan seluruh siswa Indonesia memperoleh sumber belajar berkualitas tanpa terbatas oleh jarak geografis.














































Discussion about this post