Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap pengembangan konsep Kampung Haji sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji.
“Beliau ingin kampung haji sebagai bagian upaya untuk peningkatan pelayanan bagi jemaah haji sekaligus untuk menekan biaya haji. Nanti akan dibahas, kita akan bahas dengan DPR walaupun kita tahu tantangan tahun ini luar biasa, terutama nilai tukar, kemudian kenaikan avtur, kemudian situasi global yang masih belum jelas, kemudian pemerintah Saudi juga menaikkan layanan-layanannya yang otomatis juga akan berpengaruh pada nilai harganya. Itu juga nantikan kita bicarakan dengan teman-teman DPR,” ungkap Irfan.
Selain peningkatan kualitas layanan, Presiden Prabowo turut menyoroti lamanya masa tunggu keberangkatan haji yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.
Irfan menyampaikan bahwa masa tunggu yang sebelumnya mencapai 35 hingga 40 tahun, bahkan hampir 50 tahun di Konawe Selatan, kini berhasil dipangkas menjadi maksimal 26 tahun.
Namun demikian, Presiden menilai capaian tersebut masih perlu ditingkatkan melalui berbagai terobosan baru.
“Tahun ini kita sudah bisa memastikan bahwa maksimal 26 tahun, walaupun yang asalnya 35 dan 40, di Konawe Selatan hampir 50 tahun tapi itu juga bagi Presiden juga masih belum memuaskan, beliau berpikir coba carikan cara bagaimana bisa lebih cepat lagi, dan kita, dan teman-teman DPR masih harus berpikir keras untuk bisa mewujudkan itu,” pungkas Irfan.
Arahan Presiden Prabowo tersebut menegaskan tekad pemerintah untuk terus menghadirkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin profesional, berkualitas, lebih terjangkau, serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jamaah Indonesia dari tahun ke tahun.(*)















































Discussion about this post