Rangkaian penyambutan tersebut mencerminkan eratnya hubungan persahabatan yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Jerman sekaligus menjadi simbol komitmen kedua negara untuk terus memperluas kerja sama di berbagai bidang.
Setelah prosesi penyambutan selesai, Presiden Steinmeier beserta rombongan menuju Istana Merdeka, Jakarta, untuk melaksanakan agenda utama kunjungan kenegaraan, termasuk pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan kedua kepala negara menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Jerman pada berbagai sektor prioritas, mulai dari ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Dalam keterangan pers bersama usai pertemuan, Presiden Prabowo menilai kunjungan Presiden Steinmeier memiliki arti penting karena berlangsung di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.
“Kunjungan ini juga merupakan momentum penting di tengah dinamika global yang semakin penuh dengan ketidakpastian. Penguatan dan keberlanjutan kemitraan Indonesia dan Jerman tentunya menjadi prioritas. Kunjungan ini juga mengawali peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jerman pada tahun 2027 yang akan datang,” ujar Presiden Prabowo.
Selain memperkuat hubungan bilateral, kedua pemimpin juga membahas peluang memperluas kerja sama ekonomi dan investasi yang dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya hubungan strategis Indonesia dengan Uni Eropa serta berharap proses penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat segera mencapai hasil yang konkret.

















































Discussion about this post