Hubungan tersebut, lanjut Presiden, semakin kuat karena banyak warga Indonesia yang memperoleh pendidikan dan pelatihan di Jerman, termasuk Presiden ketiga Republik Indonesia yang memiliki pengalaman panjang belajar dan bekerja di negara tersebut.
“Jerman secara konsisten menjadi sumber inspirasi melalui inovasi, kemajuan teknologi, disiplin, serta penghormatan yang kuat terhadap aturan dan institusi. Banyak warga Indonesia telah belajar dan memperoleh pelatihan di Jerman. Presiden ketiga Indonesia juga memiliki pengalaman panjang menempuh pendidikan dan bekerja di Jerman,” ungkapnya.
Presiden Prabowo juga membagikan pengalaman pribadinya yang pernah mengikuti pelatihan di Jerman pada tahun 1981.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan kuat mengapa hubungan Indonesia dan Jerman perlu terus diperluas melalui kerja sama yang saling menguntungkan.
“Saya pribadi juga dapat bersaksi atas kekuatan ini karena saya sendiri pernah menjalani pelatihan di Jerman pada tahun 1981. Saya berharap kunjungan anda dapat semakin memperkuat kerja sama kita, khususnya di tengah dinamika dan ketidakpastian global saat ini,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo turut menyoroti kontribusi besar Jerman dalam memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional, termasuk melalui kalangan akademisi sejak jauh sebelum Indonesia meraih kemerdekaan.
Karena itu, Presiden menegaskan bahwa fondasi hubungan kedua negara sesungguhnya telah terbangun jauh lebih lama dibanding usia resmi hubungan diplomatik yang dalam waktu dekat akan memasuki 75 tahun.


















































Discussion about this post