“Sekarang kita fokus itu adalah percepatan peralihan LPG-CNG. Yang kedua, pendataan tambang. Dan yang ketiga adalah kesiapan di sektor energi PLN maupun dari sisi ketersediaan daripada BBM kita,” imbuh Bahlil.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi maupun LPG bersubsidi.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama kelompok yang paling rentan terhadap gejolak harga energi.
“Kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Itu dulu. Nah, sementara harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada,” ungkap Bahlil.
“Pemerintah lagi sedang menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat. Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kepada BBM subsidi, sama sekali tidak kita naikkan. Sementara yang lainnya dilakukan penyesuaian,” lanjut Bahlil.
Terkait isu kelangkaan batu bara yang sempat beredar di sejumlah daerah, Bahlil memastikan kondisi pasokan untuk pembangkit listrik nasional masih dalam kategori aman.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan batu bara untuk penugasan domestik telah terpenuhi dan gangguan yang terjadi hanya berkaitan dengan persoalan teknis pada beberapa fasilitas pembangkit.
“Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu tidak benar, karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton dan memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN, dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” ungkap Bahlil.

















































Discussion about this post