Program itu dijalankan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sehingga para guru dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan tugas utama mereka sebagai pendidik.
“Tahun 2025 kami mengalokasikan biasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa 3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL, sudah masuk semester kedua, dan insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini,” pungkasnya.
Pemerintah juga memastikan program tersebut akan terus diperluas pada tahun mendatang.
Untuk tahun 2026, jumlah penerima beasiswa ditargetkan meningkat secara signifikan hingga mencapai 150.000 guru di seluruh Indonesia.
Nilai bantuan pendidikan yang diberikan tetap sebesar Rp3 juta setiap semester.
“Dan sekarang masih proses pendaftaran, karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini. Itu yang berkaitan dengan kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas guru,” jelasnya.
Kebijakan peningkatan tunjangan dan perluasan beasiswa ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui sektor pendidikan.
Bagi Presiden Prabowo, guru memiliki peran sentral dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan masa depan generasi penerus bangsa.
Karena itu, investasi terhadap kesejahteraan dan peningkatan kualitas guru dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing Indonesia di masa depan.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap para guru dapat semakin fokus menjalankan tugas mulia mereka dalam mencetak generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.(*)

















































Discussion about this post