Karena itu, ketersediaan energi yang cukup menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan sektor industri, investasi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jusuf Kalla menilai pengembangan energi hijau harus menjadi prioritas karena mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Karena kita melihat bahwa untuk pertumbuhan ke negara 5-6 persen, sampai 8 persen itu butuh energi luar biasa banyaknya. Karena itu tanpa energi itu kita akan sulit untuk meningkatkan itu, karena itu Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional khususnya green energy untuk menjadi bagian daripada pembangunan nasional, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Bapak Presiden sampai 8 persen, sekarang 5-6 persen, karena itu butuh energi yang kuat seperti itu,” imbuh Jusuf Kalla.
Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Prabowo disebut memberikan dukungan terhadap percepatan realisasi proyek-proyek energi yang telah dipersiapkan.
Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa rancangan proyek maupun lokasi pembangunan telah tersedia sehingga tahapan berikutnya akan difokuskan pada penyelesaian aspek teknis dan investasi.
Nilai investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan pengembangan energi tersebut diperkirakan mencapai antara Rp60 triliun hingga Rp70 triliun.
“Desain sudah ada, tempat sudah ada, tinggal pembicaraan dengan teknisnya dan beliau, Bapak Presiden setuju untuk segera kita realisir seperti itu. Karena memang bisnisnya karena investasi,” ujar Jusuf Kalla.

















































Discussion about this post