Salah satu program yang menjadi perhatian dalam laporan tersebut adalah upaya penyediaan akses listrik bagi masyarakat Papua, khususnya di kawasan pegunungan yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Menurut Seskab Teddy, program listrik masuk Papua yang dijalankan TNI Angkatan Darat terus menunjukkan kemajuan signifikan dan kini telah menjangkau lebih dari 200 desa.
Selain itu, pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang berfungsi memperkuat konektivitas antardesa dan mempermudah mobilitas masyarakat di berbagai daerah juga terus mengalami perkembangan.
“ Saat ini telah mendekati 2.000 titik,” ungkap Seskab Teddy.
Di sektor pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, TNI juga terus memperluas program pembangunan jaringan pipanisasi dan sumur bor di daerah-daerah yang masih mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Hingga Juni 2026, jumlah lokasi pembangunan fasilitas air bersih tersebut telah mendekati 2.000 titik dan memberikan manfaat bagi sekitar satu juta warga di berbagai wilayah Indonesia.
“Program pipanisasi dan pembangunan sumur bor di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih juga terus ditingkatkan. Hingga Juni 2026, jumlah titik pembangunan telah mendekati 2.000 lokasi dan memberikan manfaat bagi sekitar satu juta warga,” ucap Seskab Teddy.
Tidak hanya membahas program yang menyentuh masyarakat secara langsung, Presiden juga menerima laporan terkait berbagai upaya peningkatan kesejahteraan prajurit TNI yang disampaikan oleh KSAD.
Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat kesejahteraan personel sekaligus mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas pertahanan negara di seluruh wilayah Indonesia.














































Discussion about this post