“Kepala sekolah, laksanakan tugasmu dengan sebaik-baiknya, didik anak didikmu dengan sebaik-baiknya, teliti, rajin, disiplin, berbuat yang terbaik,” pesan Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden turut mendengarkan berbagai kisah yang menggambarkan dampak nyata program Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu.
Salah satu calon siswa bernama Bagus mengungkapkan rasa syukurnya karena program tersebut membuka peluang pendidikan yang sebelumnya sulit dijangkau keluarganya.
“Untuk Bapak Presiden, saya sangat berterima kasih atas pembangunan Sekolah Rakyat ini, keluarga kami jadi, saya merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Terima kasih sekali Bapak Presiden,” ujar Bagus di hadapan Kepala Negara.
Momen menyentuh lainnya datang dari Rizky, seorang siswa Sekolah Rakyat yang menceritakan perubahan besar dalam hidupnya sejak mengikuti program tersebut.
Rizky mengaku semasa duduk di bangku sekolah dasar dirinya belum mampu membaca.
Namun berkat pendampingan guru, wali asuh, dan wali asrama, kini ia telah mampu membaca dengan lancar.
“Saya pas SD (Sekolah Dasar) itu, saya enggak bisa membaca dan pas ada Sekolah Rakyat itu, saya diajarkan dengan guru, wali asuh, wali asrama. Habis itu saya diajarkan sampai lancar membaca. Habis itu saya diajarkan dengan guru. Lantas itu saya lancar membaca,” kata Rizky.
Presiden Prabowo juga berbincang dengan calon siswa Kadek Dewi Lestari yang memiliki cita-cita menjadi guru tari.

















































Discussion about this post