Ia juga menegaskan bahwa dukungan dari berbagai elemen masyarakat seperti buruh, petani, nelayan, dan pekerja menjadi fondasi penting dalam kepemimpinannya.
Presiden menekankan tekadnya untuk terus mengabdikan diri demi kepentingan rakyat, terutama mereka yang masih menghadapi kesulitan hidup.
“Saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit,” katanya.
Lebih jauh, Kepala Negara menegaskan bahwa keberpihakan kepada rakyat bukan sekadar janji, melainkan tanggung jawab utama pemerintah.
Ia memastikan seluruh jajaran pemerintahan memiliki komitmen yang sama dalam membela kepentingan rakyat tanpa ragu.
“Itu adalah tekad kami. Kami tidak akan gentar, kami tidak akan menyerah, kami tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia,” lanjutnya.
Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini berlangsung tertib dan aman, sekaligus menjadi simbol kuat kebersamaan antara negara dan rakyat.
Kehadiran Presiden di tengah ratusan ribu buruh menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk mendengar, melihat, dan berpihak pada mereka.
Acara tersebut turut dihadiri para pimpinan lembaga negara, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta para pemimpin organisasi serikat pekerja.(*)




















































Discussion about this post