Setiap sekolah diharapkan memiliki beberapa fasilitas pembelajaran berbasis teknologi.
“Berarti target kita masih tiap sekolah mungkin 3, 4 lagi. Tahun ini kita perjuangkan 3 tambahan ke seluruh Indonesia. Dengan demikian interaktif, silabus-silabus ada di software membantu semua. Kalau murid atau guru ingin ulangi-ulangi bisa setiap saat diulangi pelajaran,” tambahnya.
Lebih jauh, Presiden juga memaparkan rencana besar pengembangan studio pembelajaran terpusat.
Studio ini akan menghadirkan pengajar terbaik dari berbagai bidang.
Termasuk penutur asli untuk bahasa asing.
Melalui langkah ini, pemerintah menargetkan peningkatan kemampuan bahasa siswa sejak usia dini.
“Nanti kita ada studio pusat di Jakarta. Guru-guru terbaik, umpamanya bahasa Inggris ya. Kita ambil native speaker, dia bisa ngajar ke semua yang perlu, bahasa Mandarin begitu. Kita mau tambah anak-anak sekolah kita harus bisa bahasa Inggris, Mandarin dan beberapa bahasa asing, mulai dari SD,” kata Presiden.
Kebijakan ini menegaskan arah baru pendidikan nasional.
Fokusnya tidak hanya pada bangunan fisik.
Tetapi juga pada kualitas pembelajaran berbasis teknologi dan kompetensi global.
Melalui strategi ini, pemerintah ingin memastikan generasi masa depan Indonesia tumbuh dengan kemampuan unggul.
Sekaligus siap bersaing di tingkat internasional.(*)



















































Discussion about this post