Presiden juga mengajak kalangan intelektual untuk mengambil peran aktif.
Seruan ini ditujukan kepada teknokrat, ilmuwan, insinyur, hingga profesor.
Ia menekankan bahwa keahlian harus diabdikan untuk kepentingan bangsa.
Bukan untuk kepentingan sempit yang merugikan negara.
“Sekarang saatnya para teknokrat, sekarang saatnya para ilmuwan, sekarang saatnya para insinyur, para profesor jadi profesor merah putih, jadi profesor pembela rakyat, jadi insinyur untuk bangsa dan rakyat. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menipu rakyat dan bangsa. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menutupi korupsi dan perampokan. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain,” ungkap Presiden Prabowo.
Selain itu, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong berbagai program strategis nasional.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemerataan kesejahteraan.
Distribusi manfaat ekonomi harus dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.
Melalui penguatan hilirisasi dan tata kelola sumber daya alam yang lebih baik, pemerintah menargetkan keadilan ekonomi yang nyata.
Dari Cilacap, pesan besar itu ditegaskan. Indonesia memasuki era baru.
Sebuah fase di mana kekayaan alam benar-benar kembali untuk rakyat Indonesia.(*)




















































Discussion about this post