Seiring lonjakan peminat, kuota penerimaan Angkatan Kedua ditetapkan sebanyak 180 siswa terbaik dari seluruh Indonesia.
Pelaksanaan NST 2026 mendapat perhatian langsung dari pimpinan nasional lintas sektor.
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo hadir meninjau jalannya seleksi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto turut hadir di lokasi.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid juga melakukan pemantauan.
Ketua Pembina YPKBI Dirgayuza Setiawan ikut mendampingi kegiatan.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan dukungan negara terhadap pengembangan pendidikan menengah unggulan.
Dalam keterangannya, Wakapolri menilai NST 2026 sebagai momentum strategis membangun ekosistem pendidikan yang adil dan berkualitas.
“Kami bersama Mas Dirgayuza sangat bersemangat hari ini. Kehadiran langsung Bapak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Ibu Menteri Komunikasi dan Digital merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap program seleksi yang kami selenggarakan,” ujar Wakapolri.
Ia menegaskan bahwa NST dirancang agar seleksi tidak bergantung pada asal sekolah maupun wilayah peserta.
Penilaian difokuskan pada kemampuan berpikir kritis, logika formal, dan daya nalar tingkat tinggi.
Pendekatan ini dinilai penting sebagai fondasi bagi siswa yang akan menempuh kurikulum International Baccalaureate Diploma.
“Melalui NST, kami ingin memastikan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan potensi terbaiknya. Ini adalah bagian dari komitmen bersama dalam menyiapkan generasi unggul yang berdaya saing global,” jelasnya.














































Discussion about this post